• Juara 1 Futsal pada ajang The East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA)
  • Lokasi di Masjidil Haram Mekkah Saudi Arabia Umroh Ramadhan
  • Bersama Alm, Abdul Rahman Wahid
  • Foto Acara Pensi Konser SLANK di SMAN 1 Makassar
  • Foto Bepakaian Korea
  • Pembacaan Puisi di Hadapan Kandidat Walikota Makassar
  • Koleksi Foto Foto Songko Biring Raja yang terbuat dari beberapa ringgit emas
  • Foto Kakek saya ketika diangkat menjadi raja di Bontonompo
  • Pilkada Curang
  • Holiday In Singapore

Pelabuhan Terakhir - Karya Irwan Parawansa

Segala suka
Segala duka
Aku lalui
Banyak tangan melambai tapi tak kugapai
Banyak hati ingin merapat
Namun tak ada ruang untuk berlabuh
Tidak ada pelabuhan untuk bersandar

Segala nikmat
Segala godaan
Segala cinta
Telah kusenyawai namun tak ada kasih yang abadi
Dimanakah sejatinya cinta
Dimanakah abadinya kasih sayang
Ah lama kumelanglang buana
Tetapi wujudnya tak kutemukan

Losari kusapa hanya diam
Karebosi kutanya namun tak menjawab
Pulau seribu ku cubit namun tak bersua
Batavia kujamah namun masih bisu
Dimanakah kau cintaku

Hari ini aku berdiri di pelabuhan
Menanti lambaian sederet nama yang kukasihi
Menanti perempuan yang kucintai
Tak ada getaran terasa
Ah cinta kau begitu pelit padaku

Kini aku berdiri di atad talud pelabuhan
Kutatap ombak
Kutatap hempasan busa
Ah seakan dia minta kubersabar menanti jodoh

Serigala Tengah Malam

Oemar Bakrie - Karya Irwan Parawansa

Malam-malam begini kita mau bicara apalagi tentang tuan guru
Segalanya telah bergesar dan mengalami distorsi

Guru berdiri dipersimpangan
Siswa lambaikan tangan sambil tancap gas di jalan raya
Guru bediri didepan kelas asik menerangkan
Siswa asik dengarkan musik di bangku paling belakang

Malam-malam begini
Kita mau diskusikan apalagi nilai rapor
Tak lagi bicara di penentuan kelulusan
Ujian matematika, kimia tak jadi momok motivasi

Malam-malam begini
Kita perbincangkan apalagi
Cinta dan kasih murid
Siswa telah kehilangan bentuk
Segalanya karena teknologi tanpa filter

Malam-malam begini
Apalagi yang harus diperdebatkan
Kita kehilangan tingkat untuk meraba prestasi para guru
Kitapun kehilangan arah

Oemar Bakrie kini merana

Serigala Tengah Malam

Kartini Abad 21

Genderang perang emansipasi wanita telah dititipkan
Mari maknai untuk dilanjutkan
Perjuangan tidak akan berhenti sebelum kepuncak
Sebelum mahligai dalam genggaman

Perempuan hari ini telah jadi benteng
Kesetaraan, emansipasi telah menusuk seluruh kehidupan
Dari pedagang asongan hingga ke wakil rakyat dan menteri
Inilah potret kartini abad 21

Diatas mimbar tangan terkepal Mereka berpidato dengan semangat dan suara lantang
Suarakan kepedihan rakyat kecil
Suarakan kebutuhan rakyat jelata
Masuk kepelosok desa hingga ke gang-gang
Demi perubahan kesejahteraan

Perempuan abad ke 21 berkarya tanpa lelah
Tanpa pamrih
Tanpa mengharap sesuatu
Tapi segalanya karna pengabdian
Karena cinta anak manusia
Menuju kehidupan yang tanpa kerikil dan luka dihati

Perempuan abad 21
Kami bangga kepadamu

Serigala Tengah Malam