• Juara 1 Futsal pada ajang The East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA)
  • Lokasi di Masjidil Haram Mekkah Saudi Arabia Umroh Ramadhan
  • Bersama Alm, Abdul Rahman Wahid
  • Foto Acara Pensi Konser SLANK di SMAN 1 Makassar
  • Foto Bepakaian Korea
  • Pembacaan Puisi di Hadapan Kandidat Walikota Makassar
  • Koleksi Foto Foto Songko Biring Raja yang terbuat dari beberapa ringgit emas
  • Foto Kakek saya ketika diangkat menjadi raja di Bontonompo
  • Pilkada Curang
  • Holiday In Singapore

Fenomena - Puisi Karya Irwan Parawansa

Teknologi terus merasuk kehidupan
Kita butuh filter yang berlapis menangkis
Sederet peristiwa mewarnai kondisi hari ini
Kitapun lantas bertanya, ini salah siapa
Ini adalah salah siapa
Ini adalah lonceng peringatan
Kita harus bangun untuk menghadapinya
Kebiadapan jangan dibiarkan
Subuh
Penculikan dan pemerkosaan

Saatnya kita tancapkan ketegasan hukum
Demi selamatnya generasi muda
Lalai berarti kita hancur kedepan
Fenomena hari ini sangat menakutkan
Ibarat wajah kiri kanan tercoreng
Dan kebangkitan sudah saatnya di teriakkan
Tidur berarti kehancuran

Hari ini mari bersama ganyang kemungkiran
Tidak ada kata mundur
Angkat senjata
Angkat bicara
Demi anak bangsa

Serigala tengah malam

Pelabuhan Terakhir - Karya Irwan Parawansa

Segala suka
Segala duka
Aku lalui
Banyak tangan melambai tapi tak kugapai
Banyak hati ingin merapat
Namun tak ada ruang untuk berlabuh
Tidak ada pelabuhan untuk bersandar

Segala nikmat
Segala godaan
Segala cinta
Telah kusenyawai namun tak ada kasih yang abadi
Dimanakah sejatinya cinta
Dimanakah abadinya kasih sayang
Ah lama kumelanglang buana
Tetapi wujudnya tak kutemukan

Losari kusapa hanya diam
Karebosi kutanya namun tak menjawab
Pulau seribu ku cubit namun tak bersua
Batavia kujamah namun masih bisu
Dimanakah kau cintaku

Hari ini aku berdiri di pelabuhan
Menanti lambaian sederet nama yang kukasihi
Menanti perempuan yang kucintai
Tak ada getaran terasa
Ah cinta kau begitu pelit padaku

Kini aku berdiri di atad talud pelabuhan
Kutatap ombak
Kutatap hempasan busa
Ah seakan dia minta kubersabar menanti jodoh

Serigala Tengah Malam

Oemar Bakrie - Karya Irwan Parawansa

Malam-malam begini kita mau bicara apalagi tentang tuan guru
Segalanya telah bergesar dan mengalami distorsi

Guru berdiri dipersimpangan
Siswa lambaikan tangan sambil tancap gas di jalan raya
Guru bediri didepan kelas asik menerangkan
Siswa asik dengarkan musik di bangku paling belakang

Malam-malam begini
Kita mau diskusikan apalagi nilai rapor
Tak lagi bicara di penentuan kelulusan
Ujian matematika, kimia tak jadi momok motivasi

Malam-malam begini
Kita perbincangkan apalagi
Cinta dan kasih murid
Siswa telah kehilangan bentuk
Segalanya karena teknologi tanpa filter

Malam-malam begini
Apalagi yang harus diperdebatkan
Kita kehilangan tingkat untuk meraba prestasi para guru
Kitapun kehilangan arah

Oemar Bakrie kini merana

Serigala Tengah Malam