• Juara 1 Futsal pada ajang The East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA)
  • Lokasi di Masjidil Haram Mekkah Saudi Arabia Umroh Ramadhan
  • Bersama Alm, Abdul Rahman Wahid
  • Foto Acara Pensi Konser SLANK di SMAN 1 Makassar
  • Foto Bepakaian Korea
  • Pembacaan Puisi di Hadapan Kandidat Walikota Makassar
  • Koleksi Foto Foto Songko Biring Raja yang terbuat dari beberapa ringgit emas
  • Foto Kakek saya ketika diangkat menjadi raja di Bontonompo
  • Pilkada Curang
  • Holiday In Singapore

FITRAH

Karya Irwan Parawansa

Sajadah tua diatas lantai membujur
Lelaki setengah baya tafakkur diatasnya
Seribu ampun
Sejuta tanya minta pengampunan

Ada rasa sesal
Ada rasa tangis
Ada rasa kemenangan
Semoga tuhan memberkati
Bulan ramadhan, jangan tinggal aku tanpa kesanmu
Ramadhan aku mau bersenyawa denganmu

Ya Alllah,
Sucikan aku usai puasaMu
Tuntun aku di akhir ramadhan Mu
Ya Allah jadikah aku manusia putih diakhir bulan berkahMu
Fitrah kan aku dalam kehidupan baru Mu

Ya Allah,
Aku rindu surgaMu
Aku rindu bimbinganMu
Biar aku hadir ditamanMu
Ya Allah aku cinta tamanMu

Kini aku bersujud,
Sampai kapanpun padaMu

Serigala Tengah Malam.

RAMADHAN 1437 H - Karya Irwan Parawansa

Bulan seribu amalan
Bulan sejuta ampunan
Bulan seonggok berkah
Bulan penuh keimanan
Kini dikumandangkan dimana mana
Adakah ketulusan kita menerimanya ?
Tanya ini hadir disetiap langkahku
Karena rasa tobat kami rindukan pada diri dan pada kemanusian
Kami tak ingin diri ini ditolak ramadan
Kami tak ingin tak ada pencucian nurani dibulan mulia ini

Ramadhan bulan penuh ujian
Bulan penuh tantangan
Bulan penuh tafakkur
Bulan intropeksi bagi manusia yang ingin bersujud pada yang kuasa

Ya, Allah
Kami tak pernah letih berpuasa
Kami tak pernah lelah menyembahmu
Ya, Allah kami tak pernah bosan menjalankan perintahmu

Kini terimalah jeritan hambamu
Jadikanlah kenyataan dari doa doa kami
Amin.

Serigala Tengah Malam


Lelaki Satria - Karya Irwan Parawansa

-Kepada Ayahandaku H.Djalaluddin Parawansa Karaeng Todjeng

Bertekuk aku dihadapanmu sebagai sembah sujudku padamu
Aku tak tak tahu bagaimana berterima kasih denganmu
Bertahun aku membuatmu gusar
Namun kau tetap memuji mujiku

Ayahanda, kau lelaki satria
Tak ada keluhan yang pernah kau mainkan diwajahmu
Kau selalu tawakkal menerima cobaan
Kau pun menjadi bapak seutuhnya

Ayahanda, perjalanan hidupmu kini menjadi cermin kami
Menjadi nostalgia bagi keluarga
Kau adalah buranena buranea
Burane dari segala kehidupan sosial
Kami kagum padamu

Ayahanda. kini kau terbaring
Meski semangatmu tetap bangun Jiwamu tetap tegar dan kaupun senyawai kondisimu

Ayahanda, disini kami menulis puisi untukmu sebagai tanda kasih yang tiada duanya untukmu
Sebagai tanda terima kasih
Sebagai pelipur lara sebagai doa kesembuhanmu untukmu
Amin

Serigala Tengah Malam